-PENGHUNI
Penghuni ruang ini adalah Adi Toha. Biasa dipanggil Adi, atau Toha, atau Lowo, atau Jalaindra. Di dunia maya sering muncul dengan nick Jalaindra. Lahir di sebuah kota kecil di kawasan pantura bernama Pekalongan, dari kedua orang tuanya.
Suka membaca sejak kecil, bermula dari membaca koran daerah yang sering dibeli oleh tetangganya yang sopir angkot. Cerita silat Wiro Sableng 212 karangan Bastian Tito menjadi permulaannya berkenalan dengan buku bacaan fiksi. Masa Sekolah menengah menjadi perkenalannya dengan buku-buku agak serius seperti buku-buku kepribadian karangan Norman Vincent Peale dan David J Schwartz, dan buku-buku cerita detektif, terutama karangan Alfred Hitchock, serta buku super serius, Riwayat Sang Kala karya Stephen Hawking.
Masa awal masuk kuliah di jurusan Fisika Universitas Padjadjaran, jatuh cinta dengan buku-buku pergerakan dan buku-buku pemikiran Islam liberal seperti Kiri Islam (Hassan Hanafi) dan semacamnya, buku-buku politik dan pergerakan mahasiswa. Sempat menjadi pimpinan komisariat Unpad salah satu pergerakan mahasiswa. Berlanjut dengan membaca buku-buku yang mengkombinasikan pemikiran sains dan pemikiran sosial, seperti buku-buku karangan Fritjof Capra (ex. Tao Of Physic, Titik Balik Peradaban) dan Paul Davies (ex. Membaca Pikiran Tuhan). Bersamaan dengan itu juga tertarik untuk membaca buku-buku agama/budaya timur, macem Zen, Tao, Budha, dll. Dan berlanjut dengan kecintaannya membaca karya-karya sastra.
Mulai menulis sejak SMP, untuk mengisi Majalah Dinding Madrasah. Berlanjut menulis puisi dan cerita cinta untuk dikirimkan ke Stasiun Radio di kota Pekalongan. Beberapa puisi dan cerita cinta pernah dibacakan di beberapa stasiun radio FM di kota Pekalongan.
Mulai tekun terjun di dunia buku, sastra dan tulis-menulis sejak berjualan buku di gerbang kampus Unpad. Buku-buku yang membuat matanya hijau adalah buku-buku sastra, baik sastra negeri seberang ataupun negeri sendiri.
Belajar berkesenian dan bersastra secara otodidak dari buku-buku, diskusi-diskusi, milis-milis, forum-forum maya dan banyak hal. Banyak belajar dari karya-karyanya SGA, Danarto, Iwan Simatupang, Sapardi, Dorothea Rosa, dan pengarang-pengarang lain yang terlebih dulu tercebur dan menceburkan diri di dunia sastra. Sampai detik ini, masih berusaha untuk konsisten menulis cerpen, puisi, dan ulasan buku. Sedang belajar menulis Novel. Novel pertamanya sedang menunggu waktu untuk diterbitkan. Kumpulan Puisi Digitalnya yang berjudul “Dalam Duri, Dalam Air Mata” telah diterbitkan medio 2007. Juga Kumpulan Cerpen Digitalnya yang berjudul “Kalarupa”. Keduanya bisa didownload di sini (cerpen) dan di sini (puisi).
Menyukai warna hitam. Keinginan terbesarnya adalah menghancurkan dunia, dan menciptakan lagi dunia yang baru. Ia seorang yang pendiam, lugu dan pemalu. Lebih suka menjadi pengamat dan bermain di belakang layar. Tidak suka mengeluh, selalu mencoba untuk tetap konsisten menjalani pilihan-pilihan dalam hidup, meski terkadang bisa menangis dalam menghadapi ketidakberdayaan. Selalu berusaha untuk berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga. Selalu ingin melakukan sesuatu dengan sempurna dan dengan caranya sendiri. Tidak suka keramaian (kecuali pas demonstrasi), tidak suka budaya massa dan budaya populer (karena itu tidak suka baca chicklit dan teenlit, tidak suka ke mall, kecuali untuk lihat-lihat buku).
Menulis, baginya adalah sebuah pembelajaran untuk menjadi Tuhan, menciptakan dunia (sekaligus menghancurkannya.. hehehe). Menulis adalah kerja penciptaan. Menulis adalah untuk menambal ruang-ruang kosong dalam kehidupan, sekaligus menandai keberadaan di suatu rentang waktu dan ruang. Menulis adalah untuk mengurangi kesia-siaan. Menulis, juga adalah sebuah terapi jiwa dan menjadi ruang untuk berdialog dengan diri sendiri.
Scripta Manent, Verba Volant
Salam,




