… seperti batu. tak berpikir. tak mengingat. tak membayang. tak ingin kubuka mata telinga untuk kebenaran selain dari-Mu. jatuh di permukaanku yang keras. setetes demi setetes. lalu retak. lalu meledak. lalu berkeping-keping. lalu puing. di setiap puingnya kubersujud. menunggu jawab-Mu.
Arsip untuk ‘Meracau’ Kategori
Maaf
Posted by jalaindra pada Mei 8, 2010
… sujud di telapak kaki waktu-Mu, atas segala luka kenangan, hati yang ingkar. Ya, semua terserah titah-Mu. aku hanya boneka. tapi kenapa Kau beri aku mimpi-mimpi dan angan untuk Kau renggut dengan tiba-tiba. diri yang tak berpasrah. selalu penuh keluh kesah. Ya, semua terserah titah-Mu. putih hitam hati kami. bening berjelaga jiwa-jiwa kami. Ya, semua adalah kuasa-Mu. aku hanyalah kapas. aku hanyalah buih. aku hanyalah sebutir waktu dalam jam pasir. bagaimana aku berserah! Ya, semua terserah titah-Mu.. semua kehendak-Mu
Ditulis dalam Meracau | 1 Komentar »
Tidur
Posted by jalaindra pada Mei 8, 2010
… jika esok tak pernah ada, aku hanya ingin menutup mata tuk terakhir kalinya di pangkuanmu, di pelukmu, di kecupmu dan kan kujemput Izrail di katup bibirmu.
Ditulis dalam Meracau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kapas
Posted by jalaindra pada Mei 8, 2010
… aku akan memohon dalam ketanpadayakuasaanku agar angin-Nya menerbangkanku menujumu, hingga aku bisa membalut sakit dan membasuh lukamu.
Ditulis dalam Meracau | Tinggalkan sebuah Komentar »
Sabar
Posted by jalaindra pada Mei 6, 2010
… bara api di genggaman. tangan melepuh. tapi Kau tetap saja berbisik. genggam. genggam. genggam. akan kuhembuskan nafas-Ku. pada saatnya nanti akan membeku. menjadi es. menjadi mutiara. menjadi danau. menjadi sungai. tapi Kau malah meniupkan badai-Mu. samudra api berkobar. aku tenggelam dalam pijarnya. aku lepuh dalam jilatnya. menjadi abu. hilang.
Ditulis dalam Meracau | Tinggalkan sebuah Komentar »