Tak Henti Menujumu
Ditulis oleh jalaindra di/pada Oktober 10, 2009
ada yang mengintai di setiap luka kita
mata belati diasah di balik dinding angkuh
bersiap mencacah setiap celah harapan
tak hendak menyisakan apapun
selain genang dan bercak darah
dua hati terkapar di lantai mimpi
ada yang tertawa di setiap tangis kita
temali perangkap telah siap di sepanjang jalan
bersiap menjerat setiap langkah lengah
tak ingin melihat kita sampai
berharap kita terjebak di satu perangkap
dan menjadi mangsa serigala-serigala lapar
atau membusuk dimusnah belatung
tapi bukankah mereka bukan siapa-siapa?
kita terlalu kuat untuk takluk dalam sesaat
peta mimpi telah kita gurat di setiap tapak kaki
luka tangis kita jadikan bekal perjalanan
bukankah dari tangis dan luka itu kita menjadi satu
seperti satunya tangis dan air mata
seperti satunya sakit dan luka
bukankah kita adalah sepasang pengembara
telah lama kita jelajahi lika liku jalan
duri perangkap telah kita akrabi
di ujung senja, mimpi kita menunggu
bukankah sepanjang jalan kita telah satu
seperti satunya pandang dan mata
seperti satunya langkah dan kaki
:dan jalanku menujumu takkan pernah terhenti
101009





KejarSetoran berkata
sip dah puisinya.