Masihkah Hujan
Ditulis oleh jalaindra di/pada Oktober 9, 2009
Hujan
separuh nafas mendadak hilang
tercekat rindu dirajam waktu
masihkah hujan menjadi penghantar rindu kta
masihkah tetes-tetes airnya adalah bisikan cinta
masihkah basahnya adalah basah kecupan-kecupan kita
masihkah hangatnya adalah hangat pelukan-pelukan kita
Hujan
separuh hati terisak
merintih perih terpatri jarak
masihkah hembus dinginnya adalah pintu
pintuku menujumu. jendelamu menujuku
masihkah butir-butirnya adalah air mata rindu kita
masihkah titik-titiknya adalah janji sungai pada muara
Hujan
masihkah hujan kita yang dulu?




