J A L A I N D R A

jejaring peristiwa – jejaring kata – jejaring imagi – jejaring diri

  • ADI TOHA

    mail : jalaindra@yahoo.com






    PageRank Checking Icon
  • Links For Rent

  • ARSIP

  • RUMAH SINGGAH

  • KUNJUNGAN

    • 56,254 Tamu telah Mabok Di Blog Ini
  • MisCellaNeous

    Click to view my Personality Profile page


    . . .
  • RSS Related Websites

Sepasang Pejalan

Ditulis oleh jalaindra di/pada Juni 22, 2009

bukankah kita adalah sepasang pejalan
menggariskan peta-peta di tapak kaki kita
yang semakin aus digerus kerikil dan debu
sungai-sungai darah mengalir dari duri-duri
tertancap menanda setiap pemberhentian
dan pemberangkatan yang tak pernah usai
sepanjang tangis sepanjang doa dan dziikir

kita adalah sepasang pengelana di jalan ini
sepasang anak kecil mengejar kupu-kupu
meraih melompat di atas padang ilalang
lupa waktu lupa rumah lupa segala ingat
hingga sang Ibu memanggil hari telah senja

adakah senja memisah genggaman kita
menyerah pada kedalaman malam
kita pun tersesat meraba dalam pekat
nyalakan cinta menjadi pelita
masihkah kau menjaga api di hatimu
seperti aku menjaga mesiu di hatiku
kan kita ledakkan gelap sesak
menuju perayaan cahaya

bukankah kita adalah sepasang pelancong
dari satu negeri ke negeri satu kita singgahi
sejak semula kita telanjang
kenapa harus takut kehilangan?
pada akhirnya kita pun telanjang
kenapa harus menebalkan pakaian?

ya, kita adalah sepasang pengembara
saling meraba peta yang tertulis di kaki kita
mungkin peta kita tak sama
tapi sejak kita adalah sepasang penggembara
sejak jemari kita telah saling mengenggam mesra
sejak pandang kita telah satu titik yang sama
peta kita kan berujung di pemberhentian yang sama

jatinangor, 210609

4 Tanggapan ke “Sepasang Pejalan”

  1. panah hujan berkata

    Tanpa Lea, kayaknya jadi sepi gini, ya? :P

  2. kejora berkata

    Lea???
    ouwh siapa lagi tuch??

    *nunjuk hidung sendiri :p

    lain kali aku kan datang bersama sepasukan awan, biar kusuguhkan tarian dari langit tukmu cucuku, siapkan (anak) panah sama busurnya, kita panah hujan rame-rame :D

    puisinya kurang dalem kak, jadi g pengen baca dua kali ah

  3. Wandi thok berkata

    Wew, tangga dw kiye mas, sepanjang jalan Weleri – Pekalongan :D

  4. ajipangistu berkata

    heeeee siapa tuuh…..yg lg jalan2 :)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>