Pulang
Ditulis oleh jalaindra di/pada Juni 14, 2009
datanglah di waktu subuh
saat jerat penat dunia belum memenjara kita
kan kusambut engkau dengan lantun qunut
shalawat dan sujud di hamparan sajadah rumput
di pelataran rumah bambu kenangan kita
yang telah lama kau tinggalkan
datanglah di waktu subuh
dan sebelum Ibu membuka mata fajarnya
telah kita tinggalkan Jakarta
telah kita tinggalkan kota-kota
telah kita tinggalkan jalan raya
kan kita tinggali hening desa
tak perlu kita pikirkan nilai tukar mata uang
buat apa kita menekuri neraca minyak dan emas
tutup mata dan telingamu dari tontonan tivi
dari omongan orang-orang yang merasa dirinya penting
hingga setiap detik kehidupannya menjadi gosip dan berita
datanglah di waktu subuh
saat benih padi yang pernah kita semai di ladang kita
menumbuh dengan ujung daun kecilnya menunjuk ke langit
menyeru keagunganNya
sawah kita masih luas
anak-anak kita kan bermain di pematangnya
mengejar capung, menangkap belalang
membiarkan alam mengasuhbesarkan mereka
sungai-sungai yang dulu pernah kita renangi
masih sejuk sampai kini
ingatkah engkau saat ibu-ibu kita mencuci di setiap pagi?
datanglah di waktu subuh
dan saat Ibu telah membuka matanya
kehidupan tak lagi sama
jatinangor, 130609





putri sastra medina berkata
aku ingin mengalami satu per satu perjalanan yang harus kulalui
arzetha berkata
datang di waktu subuh
untuk menjemput mimpi tertinggal
yang pernah kita semai
bersama bulir padi itu
salam kenal dari jepara
kejora berkata
i’ll
ajipangistu berkata
yaaaah dah pulang,,,,*_*