Carlos Fuentes – biografi singkat
Ditulis oleh jalaindra di/pada Agustus 15, 2008
dialihbahasakan dengan seenaknya dari http://www.kirjasto.sci.fi/fuentes.htm
tulisan ini juga diposting di http://jalaindra.web.id
Pengarang novel Meksiko, wartawan, dramawan, dan eseis, yang membuat terobosan internasional dengan karyanya yang berjudul “Kematian Artemio Cruz” pada 1962. Tema utama karya-karya Fuentes adalah kekuatan imaginasi yang tak terbatas, dilema identitas nasional, serta janji-janji dan kegagalan revolusi Meksiko. Fuentes telah berulang kali disebut sebagai kandidat peraih penghargaan Nobel untuk kesusasteraan.
Carlos Fuentes dilahirkan di Kota Panama, tetapi kedua orang tuanya orang Meksiko, dan di kemudian hari ia menjadi warganegara Meksiko. Ayah Fuentes, Rafael Fuentes Boettiger, suka sekali buku dan film. Dia adalah seorang diplomat karir dan sering bepergian ke seluruh dunia. Pada umur dua puluh lima tahun, dia menikahi Berta Macías Rivas yang berumur delapan belas tahun, ibu Fuentes, yang tidak berpikiran liberal sebagaimana bapaknya. Sebagai anak, Fuentes tinggal bersama keluarganya di Amerika Serikat, Chile, dan Argentina. Berta bersikeras bahwa keluarganya harus berbicara hanya dalam bahasa Spanyol selama di rumah, tetapi sejak ia menempuh pendidikan di Washington, Fuentes bisa berbicara dwibahasa sejak kecil. Di rumah ayahnya menyuruhnya untuk membaca sejarah Meksiko, yang dimengerti oleh Fuestes sebagai sejarah kekalahan dan kehancuran jika dibandingkan dengan Amerika Serikat. “Saya telah belajar membayangkan Meksiko sebelum saya pernah mengenal Meksiko”, kata Fuentes suatu ketika.
Selama masa asuhan, Fuentes memiliki hak-hak istimewa. Dia mendapat pendidikan kosmopolitan di sekolah swasta. Pada umur 16 tahun Fuentes kembali ke Meksiko, di mana dia mengikuti pendidikan bergengsi Colegio de México. Sebagai bentuk pemberontakan, Fuentes memutuskan menjadi seorang penulis, tetapi akhirnya ia mengikuti nasehat Alfonso Reyes: “Kau harus menjadi seorang licenciado, seorang pengacara; lalu kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan, seperti yang telah aku lakukan.” Fuentes memasuki Fakultas Hukum di Universitas Nasional Meksiko, menerima gelar LL.B-nya pada tahun 1948. Dia juga belajar ilmu ekonomi di Institut Des Hautes Études Internationales di Jenewa. Selama tahun-tahun di universitasnya Fuentes menjadi seorang Marxis dan bergabung dengan Partai Komunis. Pada tahun 1959 Fuentes menikahi aktris terkenal Meksiko, Rita Macedo; mereka mempunyai seorang anak perempuan. Macedo, “berkulit gelap, dengan mata besar seperti buah almond dan tulang pipi menonjol,” sebagaimana Fuentes menggambarkannya, muncul dalam scene terakhir “Exterminating Angel” karya Luis Buñuel. Perkawinannya berakhir dengan perceraian pada 1966. Pada tahun 1973 Fuentes menikahi Sylvia Lemus; mereka memiliki dua orang anak.
Dari 1950 ke 1952 Fuentes menjadi anggota delegasi Meksiko di Organisasi Buruh Internasional. Setelah kembali ke Meksiko pada 1954 dia menjadi kepala assisten bagian pers Kementerian Urusan Luar Negeri, dan dari 1957 sampai 1959 dia menjadi Kepala bagian Departemen Hubungan Kebudayaan. Fuentes juga bekerja sebagai sekretaris, lalu wakil direktur Bagian Kebudayaan di Universitas Nasional Mandiri Meksiko. Dari 1959 Fuentes mengabdikan dirinya untuk menulis.
Selama kurun waktu tahun 1960-an Fuentes kebanyakan tinggal di Eropa. Novel utama ketiganya, Cambio de piel (1967, A Change of Skin), yang menggambarkan sekelompok orang dalam perjalanan dari kota Meksiko menuju Vera Cruz, memenangkan hadiah bergengsi di Barcelona, Spanyol. Tetapi, buku tersebut dikritik sebagai buku “pornografi, komunis, anti-Kristen, anti-Jerman dan pro-Yahudi” dan lembaga sensor tidak membolehkan penerbitannya di negara itu. Karena pandangan politiknya Fuentes menjadi persona non grata di Amerika Serikat dan dilarang mengunjungi Puerto Rico. Dia menentang penindasan brutal pemerintah Meksiko terhadap revolusi mahasiswa di Tlatelolco Square sebelum Pertandingan Olimpiade 1968 dan diasingkan di Paris. Bersama dengan cendekiawan kiri dan pemimpin buruh lainnya, dia menyerang partai dominan Partido Revolucionario Institucional atau PRI di tahun 1971. Dalam “A New Time For Mexico” (1994) dia menggambarkan kebijakan ekonomi Presiden Carlos Salinas de Gortari sebagai “kebijakan kuno, kapitalisme ganas, pemusatan kekayaan pada kaum minoritas dan penantian terhadap keajaiban yang mustahil”
Dari 1974 sampai 1977 Fuentes menjabat sebagai duta besar Meksiko untuk Perancis. Dia telah mengajar di sejumlah universitas, termasuk Columbia University, New York, Universitas Pennsylvania, Philadelphia, Princeton University, New Jersey, dan Harvard University, Cambridge, Massachusetts. Fuentes telah menerima beberapa penghargaan, termasuk Villaurrutia Prize (1975), Gallegos Prize (1977), Reyes Prize (1979), Mexican National Award for Literature (1984), Cervantes Prize (1987), Darío Prize (1988), New Order of Cultural Independence (1988), Prince Asturias Prize (1994), Grinzane Cavouch International Prize (1994), National Order of Merit (1997). Dia juga telah menerima beberapa gelar kehormatan dari beberapa Universitas.
Fuentes memulai karir penulisannya pada akhir tahun 1940-an. Bersama dengan Emmanuel Carballo dan Octavio Paz dia menyusun tinjauan Revista Mexicana de Literatura pada 1954. Dia menyunting El Espectador (1959-61), Siempre, dari 1960, dan Política dari 1960. Kumpulan cerita pendek pertama Fuentes, La días emmascarados, diterbitkan pada 1954. La región más transparente (1958, Where The Air Is Clear) adalah novel pertama Fuentes. Novel tersebut menggambarkan panorama kota Meksiko dan diperbandingkan dengan karya John Passos “Manhattan Transfer” (1925), yang kental menggambarkan kota New York. Narator dalam kisah tersebut adalah seorang Indian yang memiliki kepribadian ganda sebagai penjelmaan Dewa Perang Aztec dan seorang penipu.
Fuentes sering dipasangkan dengan penulis Argentina Jorge Luis Borges, yang kepadanya dia juga telah menulis “… dia kelihatannya secara harfiah melihat ke dalam dirinya sendiri, seolah ini adalah satu-satunya hal yang penting dalam penglihatan,” Fuentes menulis dalam ‘Borges in Action’, “melihat keluar menjadi urusan yang benar-benar tidak keruan.” Kalau Borges memakai sejarah sebagai dasar untuk fantasi murni, Fuentes memelihara posisi realistis kekuasaan dan politik di Amerika Latin – mitos masa lalu dan luasnya referensi kebudayaan digabungkan dengan kritik sosial. Fuentes juga memakai teknik-teknik experimentasi yang akrab digunakan dalam nouveau roman dan fiksi postmodern. Di novel-novel selanjutnya, Fuentes mempertanyakan identitas Meksiko dan hubungannya dengan kebudayaan lain.
“Kematian Artemio Cruz” diceritakan dalam narasi orang pertama, kedua dan orang ketiga orang. Artemio Cruz buruh miskin dan pendukung ide-ide revolusioner. Dia akhirnya mendapat kekayaan dan menjadi korup, tokoh terkemuka bisnis yang kejam, lambang ketamakan kapitalis internasional. Menjelang sekaratnya, Fuentes menyusuri kepingan-kepingan pikiran dan keraguan ingatannya antara masa lalu dan masa kini. Novel pendeknya yang mencekam, Aura (1962) diceritakan lewat narasi orang kedua. Dengan demikian pembaca dan tokoh fiktif protagonis dipersatukan dalam cerita yang secara deterministik mengarah pada perubahan identitas. Seorang sejarawan muda, Felipe Motero, mulai menyelesaikan memoar Jenderal Llorente di rumah tua yang aneh. Dia jatuh cinta kepada seorang Aura yang muda dan cantik. Dia adalah kemenakan perempuan majikannya, Señora Consuelo, janda sang jenderal. Akhirnya, Felipe menemukan reinkarnasi identitasnya dan Consuelo memberitahunya bahwa Aura adalah gambaran dari dirinya semasa muda. Fuentes mulai menulis novel tersebut di Paris, yang disebutnya sebagai kota Ganda. Dalam kisah tersebut, Fuentes menciptakan kembali seorang gadis yang pernah ditemuinya sebagai seorang anak kecil di Mexico dan beberapa tahun kemudian di Paris: “Ia adalah orang lain, ia telah menjadi orang lain, bukan ia yang akan menjadi, tetapi ia yang selalu, dan telah menjadi orang lain.”
Terra Nostra (1975) adalah novel utama Fuentes atas sejarah Spanyol dan Amerika Latin. Novel tersebut berpindah-pindah secara leluasa dalam waktu dari masa Romawi kuno ke masa malapetaka pada akhir abad ke 20. “Waktu adalah persoalan penting pada seluruh fiksi saya,” Fuentes pernah berkata. Salah satu latar utama adalah abad ke-16 Spanyol, di mana Philip II membuat biara-istana El Escorial. El gringo viejo (1985, Old Gringo) adalah sandiwara segitiga seorang wanita Amerika, Harriet Winslow; Tomás Arroyo, seorang jenderal; dan wartawan Amerika sekaligus penulis Ambrose Bierce, yang hilang selama revolusi Pancho Villa pada 1913. “Ia melihat, lagi dan lagi, hantu Tomás Arroyo dan wanita berwajah bulan dan seorang gringo tua melintas di jendelanya. Tetapi mereka bukan hantu. Mereka hanya mengingat kembali masa lalu mereka, berharap ia akan melakukan yang sama dan bergabung dengan mereka.” Buku ini telah difilmkan oleh Luis Puenzo pada 1989, dibintangi oleh Jane Fonda and Gregory Peck. Dalam Instinto de Inez (2001) Gabriel Atlan-Ferrara, seorang pemimpin orkestra, menyadari bahwa pada umur 93 tahun, masa depan yang diperuntukkan baginya oleh adalah kematian tetapi masa lalu adalah cinta dan Inez, keabadian. Seperti Artemio Cruz di akhir hidupnya, Garbriel belajar pilihan-pilihan yang telah dibuat dalam hidupnya. Di pusat cerita adalah sebuah segel kristal mistis yang menyatukan ruang dan waktu. Fuentes mendedikasikan buku tersebut untuk anak lelakinya, Carlos Fuentes Lemus, yang meninggal pada tahun 1999.
Further reading:
- Carlos Fuentes by Daniel de Guzman (1972);
- Nostalgia del futuro en la obra de Carlos Fuentes By Liliana Befumo Boschi and Elisa Calabrese (1974);
- Carlos Fuentes: A Critical View, ed. By Robert Brody dan Charles Rossman (1974);
- The Achetypes of Carlos Fuentes by Glorian Durán (1980);
- Los disfraces: La obra mestiza de Carlos Fuentes by Georgina Garciá Gutiérrez (1981);
- Carlos Fuentes by Wendy D. Faris (1983);
- Carlos Fuentes: Life, Work, and Criticism by Alfonso Gonzáles (1987);
- Interpretaciones a la obra de Carlos Fuentes, ed. by Ana María de López Hernández (1990);
- The Writings of Carlos Fuentes by Raymond Leslie Williams (1996);
- The Postmodern Fuentes by Chalene Helmuth (1997);
- Carlos Fuentes desde la crítica, ed. by Georgina Garcia-Gutierrez (2001
Selected works:
- Los días emmascarados, 1954
- La región más transparente, 1958 – Where the Air Is Clear trans. by Sam Hileman)
- Las buenas conciencias, 1959 – The Good Conscience (trans. by Sam Hileman)
- La muerte de Artemio Cruz, 1962 – The Death of Artemio Cruz (trans. by Alfred J. Mac Adam) – Artemio Cruzin kuolema (suom. Margareta Konkka)
- Aura, 1962 – Aura (trans. by Lysander Kemp) – Aura (suom. Sari Selander)
- Tha Argument of Latin America, 1963
- Cantar de ciegos, 1964
- Pedro Paramo, 1966 (screenplay, based on Juan Rulfo’s novel)
- Tiempo de morir, 1966 (screenplay)
- Los caifanes, 1967 (screenplay)
- Zona sagrada, 1967 – Holy Place (trans. by Suzanne Jill Levine)
- Cambio de piel, 1967 – A Change of Skin (trans. by Sam Hileman)
- Paris: La revolución de mayo, 1968
- Cumpleaños, 1969
- El mundo de José Luis Cuevas, 1969
- La nueva novela hispanoamericana, 1969
- Casa con dos puertas, 1970
- Todos los gatos son pardos, 1970 (play)
- El tuerto es rey, 1970 (play)
- Tiempo mexicano, 1971
- Poemas de amor, 1971
- ed.: Los signos en rotación y otra ensayos, 1971
- Los reinos originarios, 1971 (includes Todos los gatos son pardos and El tuerto es rey)
- Cuerpos y ofreadas, 1972
- Chac Mool y otros cuentos, 1973
- Obras completas, 1974 -
- Terra Nostra, 1975 – Terra Nostra (trans. by Margaret Sayers Peden)
- Cervantes, o, La crítica de la lectura, 1976 – Don Quixote; or, The Critique of Reading
- La cabeza de la hidra, 1978 – The Hydra Head (trans. by Margaret Sayers Peden) – Lohikäärmeen pää (suom. Matti Rossi)
- Una familia lejana, 1980 – Distant Relations (trans. by Margaret Sayers Peden) – Tarina Heredian suvusta (suom. Matti Rossi)
- Agua quemada, 1981 – Burnt Water: Stories (trans. by Margaret Sayers Peden)
- Orquídeas a la luz de la luna, 1982 (play) – Orchids in the Moonlight
- High Noon in Latin America, 1983
- Juan Soriano y su obra, 1984
- On Human Rights: A Speech, 1984
- El gringo viejo, 1985 – The Old Gringo (trans. by Margaret Sayers Peden and the author) – Vanha gringo (suom. Matti Rossi) – film 1989, dir. by Luis Puenzo, starring Jane Fonda, Gregory Peck, Jimmy Smits, Patricio Contreras
- Latin America: At War with the Past, 1985
- Palacio Nacional, 1986 (with Guillermo Tovar y de Teresa)
- Gabriel García Marquez and the Invention of America, 1987
- Cristóbal nonato, 1987 – Christopher Unborn (trans. by Alfred MacAdam and the author)
- Myself with Others: Selected Essays, 1988
- Valiante mundo nuevo, 1990
- La campaña, 1990 – The Campaign (trans. by Alfred Mac Adam)
- Constancia, y otras novelas para vírgenes, 1990 – Constance and Other Stories for Virgins (trans. by Thomas Christensen
- The Buried Mirror, 1991 (television series)
- El espejo enterrado, 1992 – The Buried Mirror
- El naranjo, 1993 – The Orange Tree (trans. by Alfred Mac Adam)
- Geografía de la novela, 1993
- Tres discursos para dos aldeas, 1993
- Nuevo tiempo mexicano, 1994 – A New Time for Mexico (trans. by Marina G. Gutman and the author)
- Frontera de cristal, 1995 – The Crystal Frontier, 1997 (trans. by Alfred J. Mac Adam)
- Diana o la Cazadora Solitaria, 1996 – Diana: The Goddess Who Hunts Alone (trans. by Alfred Mac Adam)
- Por un progreso incluyente, 1997
- Los años con Laura Díaz, 1999 – The Years with Laura Diaz, 2000 (trans. by Alfred Mac Adam)
- Instinto de Inez, 2001 – Inez (trans. by Margaret Sayers Peden) – Inez (suom. Tarja Härkönen)
- En esto creo, 2002 – This I Believe (trans. by Kristina Cordero)
- La Silla del Águila, 2003 – Eagles’s Throne (trans. by Kristina Cordero) – Kotkan istuin (suom. Tarja Härkönen)
- Contra Bush, 2004
- Todas las familias felices, 2006





panah hujan berkata
ohoho….. keren pengalih-bahasa-an-nya (eyd-ku kacau).
referensi yang bagus.
tokoh-tokoh yang lain, dong?
Cherry berkata
aneh bgd d crita na
patrick berkata
tlng tentukan tema,sudut pandang,alur,dan amanat cerpen yg berjudul Perempuan Senja dan Lelaki yang Suka Menyendiri