August Rush – Biarkan Musik Menuntunmu
Ditulis oleh jalaindra di/pada April 5, 2008
Yup! Setelah sekian lama gak nonton film radha bagus dan bergizi, baru semalam nonton lagi: August Rush, film darama musikal yang dibintangi oleh si cantik Keri Russell. Berkisah tentang Evan Taylor (Freddie Highmore), bocah 12 tahun yang hidup di sebuah panti asuhan. Sejak lahir ia tidak tahu siapa kedua orang tuanya. namun ia selalu yakin bahwa kedua orang tuanya suatu saat akan menjemputnya. Dalam bahasa Evan “mungkin saja mereka tengah tersesat”.
Jika Jean-Baptiste Grenouille, tokoh utama dalam novel dan film Perfume karangan Patrick Suskind memiliki indra yang sangat tajam dalam membaui aroma apapun, maka Evan Taylor memiliki indra yang luar biasa dalam mendengarkan nada-nada, irama dan suara-suara yang didengarnya dan mengkomposisikannya menjadi sebua musik yang memikat. Yup. Mungkin hal ini karena bakat keturunan yang diwarisi dari kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Evan adalah Lyla Novacek (Keri Russel), seorang pemain celo muda nan cantik jelita dan Louis (Jonathan Rhys Meyers), gitaris dan penyanyi band muda berbakat dan kharismatik keturunan Irlandia. Keduanya bertemu pada suatu malam saat Lyla telah selesai menggelar konser dan berjalan-jalan di sekitar Washington Square, New York. Satu malam itulah yang mengubah segalanya. Keduanya pun ngobrol dan saling berbagi kecintaan tentang musik dan berakhir dengan “kimpoi” di atap sebuah gedung malam itu juga.
Lyla hamil akibat buah cinta semalamnya dengan Louis. Saat usia kandungan Lyla mendekati kelahiran, Lyla mengalami kecelakaan. Ayah Lyla memanfaatkan momen ini untuk memisahkan Lyla dengan ‘anak haram’ nya, karena ia tak ingin karier bermusik anaknya hancur karenanya. Ia mengatakan kepada Lyla bahwa bayinya lahir dalam keadaan meninggal, padahal sebenarnya bayi tersebut diserahkan ke panti asuhan. Bayi itu tumbuh besar menjadi Evan.
Didorong oleh keinginannya untuk mencari kedua orang tuanya, Evan lari dari panti asuhan. Dengan mengikuti irama dan suara-suara yan g didengarnya, ia melangkahkan kakinya ke New York. Bisa ditebak, selanjutnya adalah perjalanan Evan yang penuh dengan kebetulan. Mulanya ia bertemu dengan Arthur, seorang pengamen jalanan. Dari Arthur, Evan bertemu dengan Wizard (Robin William) seorang musisi jalanan yang menampung para pengamen jalanan. Wizard yang mengetahui bakat bermusik yang luar biasa dari Evan bertekad menjadikan Evan seorang musisi, dan mengganti nama Evan Taylor dengan nama August Rush.
Menjelang sekaratnya, ayah Lyla mengungkapkan rahasia tentang anaknya. Lyla terkejut dan mulai mencari anak yang tak pernah diketahui keberadaannya tersebut. Sementara itu, Louis, selalu teringat akan Lyla dan berusaha menemuinya. Selanjutnya mudah ditebak. Tiga alur sungai yang menuju ke satu muara yang sama.
Tidak bisa dipungkiri, film ini masih berkisah dalam kerangka dongeng: anak terbuang yang mencari kedua orang tuanya dengan bantuan bakat yang dimilikinya. Seperti dongeng Cinde Laras dengan Ayam Hutannya. Namun nuansa musikal sebagai pengganti minimnya dialog panjang yang membosankan, menjadi nilai tambah. kita akan disuguhi komposisi suara-suara yang sebenarnya seringkali kita dengar namun tidak kita sadari, seperti dentuman suara bola basket, suara klakson mobil, gemerincing koin, kepakan sayap burung, desir angin dlsb.
You know what music is? God’s little reminder that there’s something else besides us in this universe; harmonic connection between all living beings, every where, even the stars.-Wizard
The music is all around you, all you have to do is listen. -August Rush





t4rum4 berkata
Wahhh film ini rameee…
Musiknya yang harmonis tuk didengar…
Pokok’e Maknyuss.. Cara maen gitarnya unikk..
citra berkata
the story doesn’t even matter for me, but the music in the movie they were provide just do something to me.
readerGo_Blog berkata
lum nah liat pilemnya tp bc ulasané kyé buaguz.,syg di ndeso t4 sy tinggal ndak ada pilem2 baguz yg bs ditonton slaen dr tipi. Oh..cucia..n d gue! help dunk, tp pentingkah? trimakasih dah nöngol tanpa kulonuwun.
andreas berkata
film neh buat gw gk bisa berkata apa-apa
panah hujan berkata
One of my favourite
Gugun 7 berkata
Wah emang keren neh film, walau baru kemarin nontonnya. tapi emang bener biar musik yang menuntunmu. mugkin tak terbayangkan sebelumnya menonton film ini bersama anak jalanan yang biasa bermain musik ala kadarnya, ketika saya memperhatikan mereka biarpun filmnya pake title inggris toh mereka bisa memahami bahasa visual dan bahasa universal “musik” semua terlihat memperhatikan, apalagi mereka anak-anak kampung Badran Jogjakarta bisa terbawa suasana dramatiknya. manis sekali, ada yang terlihat hampir menangis ada yang pura2 tertawa, yang paling indah adalah ketika teman2 Badran mendekatkan kedua alisnya ketika menonton film August Rush ini. setelah menonton film ini, merekapun berniat membuat musik yang lebih baik lagi, terakhir malah ketika temen saya mendampingi mereka berlatih musik disanggar, ada salah satu dari mereka yang bilang, “iki kudu kayak agus rus”. semoga saja ada august rush lahir dari kampung kecil disudut kota Jogja. Rencana akhir tahun ini mereka akan membuat pertunjukan musik yang menarik.
I believe that once upon a time, long ago
They heard the music, and followed it
Sarah Vitradini berkata
keren
H'Lina berkata
Wuihhh…
Gw Basi ya, baru nonton kmrn di Metro…
Tp KERRRRRRReeeeeennnnn
Gw malah sampe ngga mo pindah2 channel waktu iklan diputer. Takut Ketinggalan tiap adegannya…
Khekhekhe..
Soundtracknya “Ajibbbbbb” bgt..
Jo berkata
Ada yang tau gak judul lagu di soundtracknya yang dinyanyiin sama anak kecil kulit item. Kalo gak salah lirik pertamanya : “Father.. here me now…” Di CD soundtrack-nya gak ada…
rikes berkata
itu gospel song bro, gw juga gak tau judulnya apaan.
n___n
tapi emang bagus tuh lagu
ni film keren banget!!!
roidila berkata
judulnya: RAISE IT UP *mantabb*
meri berkata
ya! aku sangat setuju sekali, aku sampai terharu menontonnya. aku sangat suka dengan cerita film seperti ini, mudah-mudahan semakin banyak dan bertambah ide ceritanya.
muhammad rizky berkata
gila banget ni film!!
muhammad rizky berkata
sorry Forrest Gump,pringkat teratas filM yg paling q cinta tergeser oleh August Rush. .