Ditulis oleh jalaindra di/pada Februari 3, 2010
Judul : Heaven’s Net is Wide
Penulis : Lian Hearn
Penerjemah : Meithya Rose Prasetya
Penerbit : Matahati
Tahun : Cetakan I, November 2009
Tebal : 784 Halaman.
Dalam Across The Nightingale Floor, yang merupakan buku pertama dari Trilogi Klan Otori, diceritakan bahwa Otori Shigeru, pewaris Klan Otori, menemukan dan menyelamatkan seorang pemuda bernama Tomasu di desa terpencil bernama Mino. Tomasu kelak menjadi anak angkatnya, berganti nama menjadi Otori Takeo dan memegang peranan penting dalam pembalasan dendamnya terhadap musuh bebuyutan Shigeru, Iida Sadamu, pimpinan Klan Tohan.
Penyelamatan Takeo seolah-olah sebuah kebetulan dan keberuntungan dari surga bagi Shigeru. Takeo adalah sosok yang unik. Dalam diri Takeo mengalir darah Tribe, sebuah suku rahasia yang memikili bermacam keahlian tempur melebihi manusia biasa yang menjadikan mereka memiliki peranan tersembunyi dalam peta kekuasaan di Tiga Negara. Namun Takeo dibesarkan dalam ajaran Hidden, sebuah ajaran rahasia mirip dengan ajaran Kristen. Mereka menganut tuhan yang satu yang disebut sebagai Sang Rahasia, memiliki paham kesetaraan manusia dan melarang pembunuhan serta bunuh diri,. Karena memiliki banyak pertentangan dengan ajaran yang dianut oleh golongan ksatria dan penguasa feodal, maka penganut Hidden diburu dan dibantai oleh Klan Tohan dan pengikut-pengikutnya. Dan penyelamatannya oleh Shigeru, menjadikan Takeo seorang Otori. Tiga kekuatan penting dalam Tiga Negara bersatu dalam sosok Takeo.
Tiga Negara adalah wilayah yang masing-masing dikuasai oleh klan-klan. Negeri Barat dikuasai oleh klan Seishuu yang terdiri dari klan-klan kecil: klan Maruyama, klan Arai, dan klan Shirakawa. Negeri Tengah diadalah wilayah klan Otori. Sedangkan Negeri Timur dikuasai oleh Klan Tohan. Tribe berada di tengah-tengah peta kekuasaan itu mengambil keuntungan dengan bekerja sebagai mata-mata kepada pihak yang mampu membayar paling tinggi. Sementara itu, secara damai dan tersembunyi, penganut Hidden menjalankan ajarannya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ulasan Buku | Bertanda: lian hearn, otori | Leave a Comment »
Ditulis oleh jalaindra di/pada Februari 2, 2010
A couple of young backpacker walk along the street. They passed in front of an outdoor shop. “Hey, wait a minute,” said one to another. “I think I saw a pair of shoes that I’m looking for all this time.” She look carefully to the shop’s display. There are several outdoor shoes behind the glass. “Would you mind if we come inside and look aroud just a minute?” She beg.
“Come on, Dear. We came here not to do shopping. Will you wait until we arrived to the hotel?” Said the man. He look tired and upset.
“I think you can find the shoes at Shopwiki, you can order it online. On their Camping and Hiking section, you can find whatever you need before camping, traveling or backpacking. Last week I’ve just bought a sleeping bags. Did you remember the shoes that I’ve bought you before? I’ve bought the shoes at Shopwiki.” He said.
“What else do they have?” she asked.
“Whatever you want, you just find it at ShopWiki. Their outdoor section is the most complete outdoor shop I’ve found so far. They provide tents, outdoor shoes, sleeping bag, GPS device, binocular, jacket, sweater and many more. Not like traditional shopping site, Shopwiki also serves like a wikipedia. As a shopper, we can find many useful information regarding the product we need.”
“Ok, I think ShopWiki is interesting. I can’t wait to arrive to the hotel, open my netbook and surf Shopwiki.com.” She said. “Come on, we continue the walk.” Then they walk leaving the shop. (*this post was brought to you by ShopWiki)
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh jalaindra di/pada Januari 28, 2010
Judul : Pompeii
Penulis : Robert Harris
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : Cetakan I, September 2009
Tebal : 392 halaman
Sejarah telah mencatat bahwa pada tanggal 24 Agustus 79 M, pada hari Jupiter, satu hari setelah festival Dewa Api Vulcanalia, gunung Vesuvius yang berdiri kokoh bak singgasana dewa-dewa di teluk Neapolis (Napoli), meletus. Kedahsyatan letusannya mengubur kota-kota terdekat terutama Pompeii dan Herculaneum ke dalam lapisan batu dan abu hingga kedua kota tersebut hilang selama kurang lebih 16 abad. Sejarah juga mencatat, Laksamana Gaius Plinius yang kelak lebih dikenal sebagai Plinius Tua, menjadi salah satu korbannya. Sosok ilmuwan, filsuf, sejarawan, naturalis dan sekaligus panglima angkatan laut Romawi itu meninggal dalam sebuah upaya penyelamatan yang heroik terhadap korban letusan Vesuvius. Sementara dari Misenum, Gaius Plinius Caecilius Secundus, keponakan Plinius Tua, yang kelak lebih dikenal dengan nama Plinius Muda, mengamati dan mencatat detail letusan dan melaporkannya dalam sebuah surat kepada Tacitus, sejarawan Romawi. Surat Plinius Muda tersebut menjadi sumber utama untuk mempelajari salah satu letusan gunung api terdahsyat yang pernah terjadi 19 abad yang lalu.
Robert Harris mengisahkan detik-detik sebelum, saat dan sesudah terjadinya letusan tersebut dalam novelnya yang berjudul Pompeii. Pompeii mengambil latar waktu dua hari sebelum letusan, dan dua hari pada saat letusan. Meski dokumentasi tentang letusan Vesuvius telah beberapa kali dibuat, salah satunya adalah film dokumenter oleh BBC dengan judul Pompeii: The Last Day, namun novel ini menjadi menarik, selain karena didasarkan pada riset mendalam dalam penggambaran kondisi sosial masyarakat Pompeii pada masa itu, juga karena novel ini mengambil sudut pandang sang Aquarius, seorang penanggung jawab masalah pengairan dalam kekaisaran Romawi. Api dan Air, dua unsur utama alam tersebut menjadi unsur utama dalam novel ini.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ulasan Buku | Leave a Comment »
Ditulis oleh jalaindra di/pada Desember 9, 2009
Sehelai bulu halus lepas dari salah satu sayap merpati. Ia melayang dan jatuh di tepi jalanan berdebu. Angin malu-malu hendak menerbangkannya lagi. Sehelai bulu di bawah terik matahari. seekor belalang meloncat dan hinggap di batang rumput di dekatnya.
“Wahai belalang, aku sehelai bulu tak bertuan, maukah kau menjadi tuanku? mungkin aku bisa membawamu terbang. tuanku sebelumnya terbang karenaku,” katanya.
“Wahai bulu, mana mungkin kau bisa membawaku terbang. kau hanya sehelai bulu. Aku pun punya sayap, tanpamu pun aku bisa terbang.” jawab belalang. Ia meloncat dan terbang menjauh.
Sehelai bulu sendiri di bawah terik dan debu. Angin malu-malu hendak menerbangkannya lagi. Ia bersekutu dengan deru sebuah mobil yang melintas di jalan raya. Sehelai bulu terhempas melayang dan hinggap di tangkai daun ranting kecil pohon rindang.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar »
Ditulis oleh jalaindra di/pada November 29, 2009
Setelah menimbang-nimbang beberapa waktu, mengingat blog ini terlalu banyak campur aduk: ada puisi, cerpen, resensi buku dan tulisan lain, akhirnya saya memutuskan untuk membuat satu blog khusus yang rencananya akan saya isi dengan resensi buku dan semua tentang buku. Blog tersebut beralamat di http://resensiana.com. Semoga dengan adanya blog khusus tersebut, saya jadi lebih rajin dan bersemangat untuk membaca dan menulis lebih banyak lagi.
Ditulis dalam Catatan | 3 Komentar »
Ditulis oleh jalaindra di/pada November 26, 2009
1. Moribito, Guardian of The Spirit – Nahoko Uehashi : Penerbit Matahati
Novel ini bercerita tentang Balsa dan Pangeran Chagum. Balsa adalah seorang petarung wanita ahli bela diri dan mahir memainkan tombak pendek serta terkenal karena kebaikannya dalam menolong anak kecil dan orang miskin. Ia telah bersumpah untuk menyelamatkan delapan nyawa demi menebus delapan nyawa yang telah dikorbankan untuk menyelamatkan dirinya. Ia disewa oleh Permaisuri Kedua untuk melindungi Pangeran Kedua, Chagum yang dalam tubuhnya bersemayam telur Nyunga Ro Im, roh air, dari para Pemburu suruhan ayah sang pangeran sendiri.
Seiring waktu, ancaman yang lebih mematikan muncul, yaitu Rarunga, monster pemakan telur yang menginginkan telur dalam tubuh Chagum. Seiring perjalanan dan pertempuran, hubungan antara Balsa dan Chagum berubah dari hanya sebatas hubungan antara pengawal pribadi dan kliennya menjadi lebih dekat dan dalam. Chagum berubah dari seorang Pangeran kedua yang seumur hidupnya tinggal di istana dengan segala kesopanan dan tata kramanya, menjadi seorang bocah yang harus bisa bertahan hidup di kehidupan rakyat biasa sambil terus berpikir kenapa harus dia yang terpilih untuk menjadi Moribito. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ulasan Buku | 1 Komentar »
Ditulis oleh jalaindra di/pada November 13, 2009
Masih ingat dengan Kisah Klan Otori? Rangkaian kisah menakjubkan karya Lian Hearn dimulai dari Across The Nightingale Floor, Grass For His Pillow, Brilliance of The Moon dan The Harsh Cry of Heron. Sebentar lagi, yang ditunggu-tunggu, edisi bahasa Indonesianya akan segera hadir, buku ke O : Heaven Net Is Wide. Menurut info di situs Penerbit Matahati, buku ini akan terbit awal Desember 2009, tapi sudah bisa dipesan di toko buku online mulai tanggal 24 November 2009. can’t hardly wait..
Dalam permulaan Across The Nightingale Floor diceritakan tentang pertemuan Otori Shigeru dengan Tomasu -yang kemudian beralih nama menjadi Otori Takeo. Lewat serangkaian intrik yang dijalankan oleh Iida Sadamu, Shigeru tewas. Otori Takeo melakukan perannya sebagai pemimpin klan untuk menggantikan Shigeru. Meskipun pemunculannya dalam buku pertama tersebut relatif sebentar, sosok Otori Shigeru sangat menyita perhatian para pembacanya. Nah, dalam Heaven Net Is Wide inilah sosok Shigeru akan benar-benar menjadi tokoh utama. Kita akan mengikuti perjalanan pemimpin Klan Otori tersebut sebelum bertemu dengan Takeo.
Bagi yang belum pernah baca Kisah Klan Otori, silahkan kamu bisa resensinya di sini: Across The Nightingale Floor, Grass for His Pillow, Brilliance of The Moon dan The Harsh cry of Heron. Apakah prequel ini akan sama menakjubkannya dengan trilogi dan sekuelnya? Semoga.
Ditulis dalam Ulasan Buku | 1 Komentar »
Ditulis oleh jalaindra di/pada November 5, 2009
Di atas tempat tidurnya yang lembut dan empuk Allea mengerjap-kerjapkan matanya memandang langit-langit kamar yang putih bersih tanpa cicak tanpa sarang laba-laba. Selimut lembut dan empuk membebat tubuhnya dari dada sampai ke ujung kaki, sementara rambut panjangnya terurai acak-acakan di atas bantal putih yang sarung bantalnya selalu diganti setiap seminggu sekali. Allea tidak tahu kenapa ia memandang langit-langit. Yang ia tahu, hanya itulah tempat pertama yang dilihatnya ketika terbangun dari tidurnya. Entah tidur siang, sore ataupun malam. Ia tidak tahu, apa yang ingin ia pandangi di langit-langit yang sepi itu.
Tempat kedua yang selalu ia pandangi adalah laut. Ya, laut yang terbingkai di jendela kamarnya. Lama ia terpekur di samping jendela kamarnya yang tepat mengarah ke laut. Kamar apartemennya yang berada sepuluh lantai dari permukaan tanah dengan jendela yang tepat menghadap ke laut, memudahkannya untuk memandangi luasan laut dengan lalu lalang kapal feri dari satu seberang ke seberang yang lain. Ia juga tidak tahu apa yang ingin dilihatnya di luasan laut itu. Yang ia tahu, ia suka memandangi laut dari jendela kamarnya. Gedung-gedung tinggi di daratan seberang samar tertutup di balik kabut tipis. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cerpen | Bertanda: matahari dan kejora | 1 Komentar »
Ditulis oleh jalaindra di/pada Oktober 28, 2009
Judul : The Magician’s Elephant, Gajah Sang Penyihir
Pengarang : Kate DiCamillo
Ilustrasi Oleh Yoko Tanaka
Alih Bahasa : Dini Pandia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : September, 2009
Seberapa besar kepercayaanmu terhadap ramalan? Jika suatu saat kau diberi tahu oleh seorang peramal bahwa seekor unta akan membawamu menemukan harta karun di bawah piramida, padahal hampir tidak mungkin kau akan bertemu dengan seekor unta karena kau tinggal sangat jauh dari negeri padang pasir, dan hampir tidak mungkin kau akan melihat langsung piramida, apakah kau akan mempercayai sang peramal itu atau menganggap itu hanya sebuah bualan belaka?
Peter Augustus Duchene, adalah seorang anak yatim piatu sepuluh tahun yang tinggal bersama seorang mantan tentara yang sangat tua dan sakit-sakitan di kota Baltese. Vilna Lutz, nama mantan tentara itu, adalah sahabat ayahnya, ia berharap Peter menjadi seorang tentara seperti ayahnya. Maka setiap hari Peter diajari segala hal tentang ketentaraan mulai dari baris berbaris hingga strategi pasukan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ulasan Buku | Leave a Comment »
Ditulis oleh jalaindra di/pada Oktober 23, 2009
1. Cinta dan Kehilangan
Pada suatu masa kau pernah mencintai seseorang dan seseorang itu mencintaimu. Cintanya kepadamu membuatmu berjanji tidak akan pernah mencintai seseorang yang lain sepanjang hidupmu. Pada suatu masa seseorang yang kau cintai itu pergi ke negeri yang jauh. Berhari, berminggu bertahun tanpa kabar. Lalu kau menulis surat-surat untuknya namun kau tak yakin surat-surat itu akan sampai. Pada suatu masa kau bertekad akan menyusul seseorang itu, dengan cara apapun kau akan menemuinya. Pada suatu masa setelah bertahun-tahun menjalani perjalanan panjang dan berat, sampai harus bertaruh nyawa dengan maut, kau berhasil menemuinya. Cintanya kepadamu masih seperti dulu, tapi ia tidak bisa ikut bersamamu karena ia telah menikah dengan orang lain dan memiliki anak. Pada suatu masa kau menepati janji yang pernah kau ucapkan untuk tidak akan mencintai orang lain sepanjang hidupmu. Pada suatu masa akhirnya pergi dan menghilang, bertahan hidup sendiri dengan kenangan-kenangan manis dan cintamu kepadanya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ulasan Buku | 3 Komentar »