J A L A I N D R A

jejaring peristiwa – jejaring kata – jejaring imagi – jejaring diri

REVIEW VALHARALD 7 : Truly Rudiono

Posted by jalaindra pada Februari 26, 2011

Oleh : Truly Rudiono

Menulis sebuah cerita memang tidak mudah, apalagi jika itu sebuah cerita fantasi. Tidak saja dibutuhkan kreatifitas namun rambu-rambu seperti nalar, kepribadian tokoh yang konsisten serta arah yang jelas cerita itu mau dibawa kemana harus mendapat perhatian dari sang penulis. Belum lagi semangat sang penulis yang harus tetap dijaga sehingga buku itu bisa selesai, dan jika diniatkan menjadi beberapa bagian, setiap bagian bisa selesai, syukur jika jarangnya  tak terlalu lama.

Saat menulis  sebuah cerita fantasi,  kadang  sang penulis harus menciptakan sebuah dunia baru, dunia dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan yang selama ini ada. Misalnya penulis menciptakan seluruh daun di dunianya  bukan berwarna hijau namun biru. Untuk itu Ia perlu memberikan penjelasan mengapa bisa biru. Anggaplah karena disana tanahnya mengandung sesuatu zat   sehingga jika zat yang diserap tumbuhan lalu terkena sinar matahari akan menjadi biru. Selama cerita berlangsung sang penulis harus konsisten menyebut warna daun yang umum disana adalah warna biru. Sehingga jika ingin menciptakan unsur kejutan, cukup dengan  mendadak warna daun berubah menjadi ungu, orange bahkan hijau.

Selain menciptakan sebuah dunia baru untuk wadah cerita, tokoh juga harus diceritakan secara konsisten dari awal hingga akhir. Misalnya sang tokoh sangat membenci pencuri apapun alasannya mencuri. Maka ia tidak akan berteman seorang mencuri. Namun mendadak di tengah cerita disebutkan ia berkawan akrab dengan seorang pencuri. Jika ia tidak tahu kawan akrabnya itu seorang pencuri, bisa dimaklumi , tapi jika ia bertemu justru saat kawannya sedang melakukan aksi , maka ceritanya akan menjadi aneh.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ulasan Buku | Dengan kaitkata: | 2 Comments »

REVIEW VALHARALD 6 : Luz Balthasaar @ Fikfanindo

Posted by jalaindra pada Februari 26, 2011

Oleh : Luz Balthasaar

Valharald. Kalau mendengar itu, apa yang pertama-tama terbayang di kepala anda? Nggak ada? Bingung? ngawang-ngawang? Iyah, sama. Oleh karena itu aku ngeriset dikit untuk menemukan apa itu Valharald dengan memakai metode guru Pendidikan Kewarganegaraan waktu mendefinisikan bahwa “demokrasi terdiri dari kata demos dan kratein.”

Valharald terdiri dari kata “Valhalla” dan “Harald“. Jika diterjemahkan dengan sangat, sangat, sangat bebas, kedua kata ini masing-masing berarti “Pub Surgawi” dan “Gembong Viking.” Lengkapnya, silakan agar tautan-tautan yang kukasih diklik saja.


Dari definisi kedua kata dimaksud, kita bisa menyimpulkan bahwa Valharald = Pub Surgawi + Gembong Viking. Dan apa yang terjadi kalau Gembong Viking ketemu Pub? Mabuk. So, Valharald kiranya dapat diterjemahkan sebagai “Gembong Viking Mabuk.”

SWT. Translation cacad alert. Don’t try this at home, Kids. Kalau ada penerjemah sungguhan yang barangkali ngebaca tulisan ini, mohon agar terjemahanku diedit, thanks.

Tapi aku yakin bahwa Valharald memang portmanteau antara Valhalla dan Harald, yang kedengaran keren sebagai judul, dan membuatku langsung ngebayangin epik bersetting daerah Eropa Utara/bertema Viking macam The Sea of Trolls karya Nancy Farmer. Tapi ngelihat covernya kok… ga cucok? Mana lautnya, mana drakkar-nya, mana berserker-nya…?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ulasan Buku | Dengan kaitkata: | 3 Comments »

REVIEW VALHARALD 5 : Andry Chang

Posted by jalaindra pada Februari 26, 2011

Oleh : Andry Chang

Kembali dalam rangkaian marathon antardunia, kali ini Sang Musafir berkunjung ke – sebutlah ini – Dunia Tak Bernama, ke Negeri VarchLand yang indah.

Karena media “perpindahan ke dunia lain” ini adalah buku, tentunya “kunci penarik” pertama adalah sampul bukunya. Kesan pertama yang didapat Sang Musafir adalah tokoh utama novel ini adalah “a knight in shining armor”, ksatria berzirah besi yang namanya terkesan seperti plesetan dari “Valhalla”.

Tata sampul khas Gobaqsodor yang artistik, “Cinemalicious” dan “real-life images tambal-sulam” memang jadi nilai jual tersendiri, tetapi jangan sampai ini menjadi pisau bermata dua dengan mengurangi “spirit” dari cerita ini sehingga terkesan “menyesatkan” para calon musafir tentang figur Valharald yang adalah judul besar cerita yang pada dasarnya seharusnya ditampilkan di cover. Atau, bila nanti mau membuat cetakan kedua, diusulkan pada cover ditampilkan keduabelas lambang yang mewakili para ksatria dan Mahkota Liafala di tengah-tengahnya – no less, no more.

Satu hal yang membuat “idealistic senses” Sang Musafir “gemetar” adalah endorsement pada cover yang mungkin adalah salah satu trik marketing dengan memberi “janji jaminan mutu” untuk menarik pembaca umum dari kalangan mainstream, sama seperti prinsip: “kecap saya dijamin nomor satu!” Yah, untunglah isinya cukup memberikan kesan bagus, menghibur, exciting dan feel good, walaupun tidak sampai “gemetar”. Mungkin – Sang Musafir setuju dengan istilah reviewer lain – lebih tepatnya “tergetar”.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Ulasan Buku | 1 Comment »

REVIEW VALHARALD 4 : Mantoel Toeink

Posted by jalaindra pada Februari 26, 2011

Oleh : Mantoel Toeink [Distrik 12]

Sebelum memulai pembahasan apapun mengenai novel ini, saya harus mengingatkan bahwa saya membaca novel pinjaman, bukan beli sendiri. Karena itulah, mohon dimaafkan apabila ada data buku yang kurang akurat. Untuk bagian kutipan dari dalam novel, kebetulan saya menulis resensi ini saat sang buku belum dikembalikan ke empunya jadi setidaknya saya benar-benar menyalin dan tidak ada kesalahan yang terlalu fatal kecuali jika saya sedang meleng, kesalahan ketik.

Saya pertama kali mendengar novel ini di salah satu forum pembicaraan di Goodreads dan setelah ada di tangan saya, baru saya sadar kalau sebenarnya saya sudah pernah melihat novel ini di toko buku yang kerap saya sambangi. Nah, kalau saya pernah melihat dan bisa sampai taraf tidak ingat pada judulnya, biasanya memang ada sesuatu yang “salah”—menurut saya—pada novel tersebut.

Heran deh, siapa yang pertama kali mempelopori kewajiban sosok manusia atau sesuatu yang menyerupai manusia harus memenuhi bagian kiri kover depan? Ini novel fiksi fantasi lokal kedua yang saya dapati menaruh sosok di bagian kiri kover depan, tapi saya merasa sebelum ini saya pernah melihat sebuah novel fiksi terjemahan yang meletakkan sosok di bagian sebelah kiri kover (saya tidak ingat). Entah berapa lama lagi trend sosok memenuhi sisi kiri kover depan ini akan berlangsung …

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ulasan Buku | Dengan kaitkata: | 4 Comments »

REVIEW VALHARALD 3 : Rickman Roedavan

Posted by jalaindra pada Februari 26, 2011

Oleh : Rickman Roedavan

Sebuah novel yang akan membuatmu gemetar! Yup! Bener banget, novel ini bisa membuat siapa saja yang membacanya gemetar. apalagi kalau bacanya pagi-pagi di tempat sepi pas kebelet pipis. Dijamin gemetar!! Nah, sodara2 sekalian, sebangsa tanah, dan sebangsa air, tanpa berpanjang pendek berluas lebar, marilah kita memulai review salah satu novel fantasi karya anak bangsa yang satu ini.

Ehm. Judulnya bagus. Valharald. Covernya bagus. Tebal. Dan harganya bagus. 50 ribu. Beli di togamas dapet korting 20%. Kualitas kertasnya bagus. Putiiiiih. Kayak habis disikat sama odol. Isi ceritanya bagus. Ada berantem2nya gitu. Keren. Singkatnya, novel ini bagus. Demikianlah review dari saya. Sekian dan terima kasih.

W*** T** F***!

Review macam apa ini?????? Pasti lo semua mau pada bilang gitu kan? Eh, ini blog, blog gue! Gue mau nulis apa kek, itu terserah gue. Kenapa lo yang sewot?? *tapi jangan gitu amat bos. Yang namanya repiew kan kudu pedes. Sakit kayak ditabok polwan gitu! Propesional dikit kek, bikin review!!*

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ulasan Buku | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.